layanan

Edukasi hingga Layanan Gratis, Kontribusi Nyata Tim Medis UMSIDA di Multaqo Sanawy ke-25

Fk.umsida.ac.id – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FK UMSIDA) bersama Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES)  berperan aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan Multaqo Sanawy ke-25 Persyarikatan Dakwah Al Haromain. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ma’had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain,
Pujon, Malang,  pada Jum’at-sabtu (16-17/1/2026).

Multaqo Sanawy ke-25 diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan agenda kegiatan yang padat dan berlangsung hingga malam hari. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang mungkin dialami peserta. Menjawab kebutuhan tersebut, tim medis UMSIDA hadir secara langsung di lokasi kegiatan dengan memberikan layanan kesehatan gratis dan terintegrasi.

Lihat juga: Bangun Minat Calon Dokter Muda, FK UMSIDA Gelar Roadshow di SMAN 1 Pandaan

Keterlibatan tim medis UMSIDA menjadi bagian penting dalam memastikan kesehatan dan kenyamanan seluruh peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kehadiran tim medis ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan serta promosi Fakultas Kedokteran (FK) kepada masyarakat luas, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan dakwah.

Layanan Kesehatan Gratis dan Terintegrasi untuk Peserta

Peran utama tim medis UMSIDA dalam Multaqo Sanawy ke-25 adalah menyediakan layanan kesehatan gratis bagi seluruh peserta. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi kesehatan dan gizi, medical check up dasar, pemberian obat dan resep sesuai indikasi, serta pertolongan pertama pada keluhan ringan. Seluruh pelayanan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dari FK, FKG dan FIKES UMSIDA.

Pelayanan kesehatan dirancang agar mudah diakses oleh peserta. Peserta putra diarahkan langsung ke meja pemeriksaan yang telah disiapkan di area utama kegiatan, sementara peserta putri mendapatkan layanan di klinik khusus demi menjaga kenyamanan dan privasi. Sebelum dilakukan pemeriksaan, peserta terlebih dahulu menyampaikan keluhan kesehatan yang dirasakan, kemudian tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.

layanan

Medical check up dasar yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara umum, terutama mengingat padatnya agenda kegiatan yang dapat memengaruhi pola istirahat dan pola makan jamaah.

Selama kegiatan berlangsung, tim medis UMSIDA juga menyiapkan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) yang memadai guna menunjang pelayanan. Berdasarkan hasil pemantauan tim medis, tidak terdapat kasus darurat kesehatan yang memerlukan penanganan intensif selama acara. Mayoritas peserta datang untuk pemeriksaan rutin serta konsultasi terkait keluhan ringan seperti kelelahan, pusing, nyeri otot, dan gangguan lambung.

Antusiasme Peserta dan Edukasi Kesehatan Preventif

Respon peserta terhadap keberadaan tim medis UMSIDA terbilang sangat positif. Antusiasme tinggi terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, khususnya pada Jumat malam. Meja pemeriksaan dibuka mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB, namun hingga waktu pelayanan berakhir masih banyak peserta yang ingin melakukan pemeriksaan. Tercatat sekitar 84 peserta memanfaatkan layanan kesehatan pada malam pertama tersebut.

Antusiasme ini berlanjut pada hari kedua, Sabtu pagi. Sejak waktu subuh, peserta sudah menantikan meja pemeriksaan dibuka kembali. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dakwah dan ibadah yang padat.

Tidak hanya memberikan pelayanan medis, tim medis UMSIDA juga aktif melakukan edukasi kesehatan kepada peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, peserta diberikan penjelasan terkait pencegahan penyakit serta rekomendasi gaya hidup sehat. Bagi peserta yang menunjukkan hasil pemeriksaan di luar batas normal, tim medis menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat.

Edukasi kesehatan difokuskan pada kebiasaan yang sering dialami peserta Multaqo, seperti sering begadang dan pola makan yang tidak teratur. Tim medis menjelaskan dampak kebiasaan tersebut terhadap kesehatan, antara lain peningkatan tekanan darah, gangguan metabolisme, serta penurunan daya tahan tubuh. Edukasi disampaikan secara komunikatif dan persuasif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, tim medis juga meluruskan berbagai mitos kesehatan yang masih banyak dipercaya masyarakat, seperti anggapan bahwa minum es dapat menyebabkan batuk atau bahwa begadang tidak terlalu berdampak bagi kesehatan. Penjelasan berbasis medis ini mendapat respon positif dari peserta karena disampaikan secara ringan dan aplikatif.

Koordinasi, Evaluasi, dan Komitmen Pengabdian UMSIDA

Dalam pelaksanaannya, tim medis UMSIDA terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta aparat keamanan guna memastikan pelayanan berjalan lancar. Namun, koordinasi di lapangan sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca hujan serta luasnya area pondok pesantren yang menjadi lokasi kegiatan. Jarak antar titik pelayanan yang cukup jauh menuntut pengaturan waktu dan mobilisasi tim yang lebih optimal.

Meski demikian, kendala tersebut tidak mengurangi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Tim medis tetap berupaya hadir tepat waktu dan memastikan seluruh peserta yang membutuhkan layanan dapat terlayani dengan baik hingga akhir kegiatan.

Tujuan kehadiran tim medis UMSIDA dalam Multaqo Sanawy ke-25 ini tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan promosi Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Ilmu Kesehatan UMSIDA. Melalui kegiatan ini, UMSIDA memperkenalkan peran dan kontribusinya dalam bidang kesehatan kepada masyarakat luas, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan dakwah.

layanan

Setelah kegiatan selesai, tim medis UMSIDA akan melakukan evaluasi internal yang mencakup penilaian alur pelayanan, ketepatan tindakan medis, serta ketersediaan obat dan alat kesehatan selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan pada kegiatan serupa di masa mendatang.

Lihat juga: Proker Tim Bramasgana Umsida yang Siap Diusung ke Aceh Tamiang

Melalui keterlibatan aktif dalam Multaqo Sanawy ke-25 Persyarikatan Dakwah Al Haromain, UMSIDA kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran tim medis tidak hanya menjaga kesehatan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hidup sehat yang sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan kemanusiaan.

Penulis : Isviyatul Haniya